Detail Cantuman Kembali
penggunaan khamir laut sebagai biokatalisator dalam pembuatan silase daun mengkudu (morinda citrifolia) (sebagai salah satu alternatif bahan pakan untuk pakan ikan)
Ketersediaan pakan dalam jumlah yang cukup, tepat waktu dan bernilai gizi baik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kegiatan usaha budidaya. Penyediaan pakan yang tidak mencukupi dengan jumlah ikan yang dibudidayakan menyebabkan laju pertumbuhan ikan menjadi lambat. Akibatnya produksi yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pada dasarnya, sumber pakan bagi ikan berasal dri pakan alami dan pakan buatan. Untuk kegiatan budidaya intesif dan semiintensif, penyediaan pakan buatan merupakan syarat utama, namun yang menjadi kendala adalah biaya relatif tinggi bahkan dapat mencapai 60 -70% dari komponen biaya produksi. Salah satu usaha untuk menekan biaya produksi yaitu mencari pakan alternatif yang mudah didapat, murah harganya, selalu tersedia/tidak tergantung musim, mempunyai nilai gizi yang baik. Tanaman mengkudu merupakan salah satu tanaman tropika yang cukup banyak ditemukan di berbagai tempat. Secara keseluruhan daun mengkudu mengandung zat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti protein, vitamin dan mineral. Walaupun mengandung zat nutrisi yang cukup baik, namn daun mengkudu mengandungserat kasar yang tinggi. Untuk sebelum digunakan sebagai bahan pakan alternatif, perlu diberi perlakuan untuk meningkatkan nilai gizi dan lebih mudah dicerna oleh tubuh, yaitu dengan perlakuan fermentasi. Dalam hal ini daun mengkudu dibuat silase dengan memanfaatkan khamir laut sebagai biokatalisator. Sebagai eukariotik, khamir laut merupakan kelompok organisma yang berpotensi sebagai protein mikroba, dan diharapkan dapat berperan sebagai inokulan dalam pembuatan silase daun mengkudu. Informasi tentang pemanfaatan khamir laut dalam pembuatan silase daun mengkudu, saat ini belum dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang kandungan nutrisi silase daun mengkudu yang difermentasi dengan khamir laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan khamir laut sebagai biokatalisator dalam pembuatan silase daun mengkudu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan A= daun mengkudu + 2,5% molasses + 0,00% khamir laut; B= daun mengkudu + 2,5% molasses + 0,02% khamir laut, R3= daun mengkudu + 2,5% molasses + 0,04% khamir laut; R4= daun mengkudu + 2,5% molasses + 0,06% khamir laut; E= daun mengkudu + 2,5% molasses + 0,08% khamir laut. Khamir laut diambil dari permukaan perairan laut Jawa, kemudian di kultur massal dengan media air laut yang telah dipupuk dengan KCL, urea, gula dan TSP. Setelah 5 hari dipanen, disaring lalu dikeringkan dibawah sinar matahari selama ± 3 hari. Setelahkering, siap digunakan sebagai biokatalisator dalam pembuatan silase daun mengkudu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Lemak Kasar, BETN, dan Abu tidak berbeda nyata (P>0,05); Serat Kasar dan Ca berbeda sangat nyata (P
625.10.08 Had p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2010
Surabaya
vii, 71 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







